Desa Amadanom

Desa Amadanom merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta usaha mikro dan ekonomi kreatif masyarakat. Didukung oleh kondisi alam yang asri dan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, Amadanom terus berkembang menjadi desa yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, Desa Amadanom juga kaya akan nilai budaya, kearifan lokal, serta semangat kebersamaan yang menjadi fondasi dalam pembangunan desa. Pemerintah Desa Amadanom berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, guna mendukung terciptanya kesejahteraan dan kemajuan desa secara berkelanjutan. Dengan semangat "Membangun Bersama untuk Desa yang Maju dan Sejahtera", Desa Amadanom terus berupaya mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik, harmonis, dan berkelanjutan.

Sejarah Desa

Desa Amadanom merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan cerita turun-temurun yang berkembang di tengah masyarakat, wilayah Desa Amadanom pada masa lampau masih berupa kawasan hutan belantara yang belum berpenghuni. Menurut sejarah lisan yang diwariskan oleh para sesepuh desa, kawasan ini mulai dibuka oleh beberapa tokoh perintis yang diyakini berasal dari kalangan pengikut atau prajurit Pangeran Diponegoro setelah berakhirnya Perang Jawa pada abad ke-19. Tokoh-tokoh tersebut antara lain dikenal dengan nama Ahmad (Amad), Dono, Kasan, dan Anom yang kemudian melakukan babat alas atau pembukaan lahan untuk dijadikan permukiman baru. Dari berbagai versi yang berkembang, terdapat dua cerita utama mengenai asal-usul nama "Amadanom". Versi pertama menyebutkan bahwa nama Amadanom berasal dari gabungan kata "Amad" dan "Anom". Amad merupakan nama tokoh pembabat alas yang pertama kali membuka wilayah tersebut, sedangkan "Anom" dalam bahasa Jawa berarti muda. Sementara versi kedua menyebutkan bahwa nama Amadanom diambil langsung dari nama tokoh Mbah Amad Drais yang dianggap sebagai pendiri dan perintis desa. Hingga saat ini belum terdapat sumber tertulis yang dapat memastikan versi mana yang paling akurat, sehingga keduanya tetap menjadi bagian dari warisan cerita rakyat masyarakat Amadanom. Seiring berjalannya waktu, kawasan yang semula berupa hutan berkembang menjadi perkampungan yang dihuni oleh keluarga para perintis dan pendatang lainnya. Pertumbuhan penduduk serta pemanfaatan lahan pertanian dan perkebunan menjadikan Amadanom berkembang sebagai salah satu desa agraris di wilayah Dampit. Hingga saat ini, sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat. Desa Amadanom dikenal luas sebagai salah satu sentra produksi kopi di Kecamatan Dampit. Potensi tersebut kemudian berkembang menjadi kawasan ekowisata kopi yang mengangkat nilai ekonomi, edukasi, serta pelestarian lingkungan bagi masyarakat desa. Sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan pendiri desa, masyarakat Amadanom hingga kini masih melestarikan tradisi Bersih Desa atau Sedekah Bumi yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Suro atau Muharram. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana mempererat persatuan dan kebersamaan warga. Memasuki era pembangunan modern, Desa Amadanom terus berkembang menjadi desa yang mengedepankan semangat gotong royong, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan melayani. Berbekal sejarah panjang perjuangan para pendahulu, Desa Amadanom berkomitmen mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas desa. Hari Jadi Desa Amadanom diketahui telah diperingati hingga usia ke-186 tahun pada tahun 2025, yang menunjukkan bahwa cikal bakal berdirinya desa diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1839–1840. Moto Desa Amadanom: "Melestarikan Warisan Leluhur, Menguatkan Potensi Lokal, Membangun Masa Depan yang Maju dan Sejahtera."

Visi & Misi

Visi
"Amadanom Maju Bersama, Desa yang Transparan, Mandiri, Inovatif, Berbudaya, dan Sejahtera Berbasis Potensi Lokal."
Misi

MISI DESA AMADANOM

Untuk mewujudkan visi:

"Terwujudnya Desa Amadanom yang Maju, Mandiri, Transparan, Berbudaya, Berdaya Saing, dan Sejahtera Berlandaskan Gotong Royong serta Potensi Lokal,"

maka ditetapkan misi sebagai berikut:

1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, akuntabel, dan melayani masyarakat.

Pemerintah desa berkomitmen memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, terbuka, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berakhlak, dan berdaya saing.

Melalui dukungan terhadap sektor pendidikan, kesehatan, kepemudaan, keagamaan, dan pengembangan keterampilan masyarakat.

3. Mengembangkan perekonomian desa berbasis potensi lokal.

Mengoptimalkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM, koperasi, dan BUMDes sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.

4. Meningkatkan pembangunan infrastruktur desa yang merata dan berkelanjutan.

Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.

5. Mengembangkan potensi wisata, budaya, dan kearifan lokal desa.

Melestarikan tradisi, seni budaya, serta mengembangkan potensi wisata desa sebagai sumber pendapatan dan kebanggaan masyarakat.

6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan dan partisipasi aktif warga.

Mendorong keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan desa.

7. Mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, aman, dan lestari.

Melalui pengelolaan lingkungan hidup, konservasi sumber daya alam, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

8. Memperkuat semangat gotong royong, persatuan, dan kerukunan masyarakat.

Menjadikan nilai kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun Desa Amadanom yang harmonis dan berkelanjutan.

 

Motto Pembangunan Desa Amadanom

"Bersatu Membangun, Transparan Melayani, Mandiri Berkarya, Sejahtera Bersama."

Kepala Desa

Bekti Setyo Budi Handoko

Bekti Setyo Budi Handoko

Kepala Desa Desa Amadanom

Memimpin desa dengan dedikasi tinggi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Kontak
Alamat:
Jalan Panglima Sudirman No. 02 Desa Amadanom Kecamatan Dampit Kabupaten Malang
Telepon:
081230535169

Wilayah Desa

Peta Lokasi dan Batas Wilayah Desa Amadanom

Detail Wilayah

Kode PUM
3507052006
Luas Wilayah
411,62 Ha
Batas Wilayah
Sebelah Utara
Desa Wonoagung, Kec. Tirtoyudo.
Sebelah Selatan
Kelurahan Bumirejo, Kec. Dampit.
Sebelah Timur
Kelurahan Taman Kuncaran, Kec. Tirtoyudo.
Sebelah Barat
Kelurahan Dampit, Kec. Dampit.